Artikel

Intervensi (Intervention) Nilai nilai Utama BUMN; AKHLAK

budaya perusahaan

Intervensi Nilai-nilai Utama SDM BUMN; AKHLAK merupakan salah satu tahapan (Tahap Kedua dari 4 Tahapan) sebagai pedoman implementasi nilai budaya perusahaan BUMN; .../

/...hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Nomor SK 115/MBU/05/2022 tentang Pedoman Imple

mentasi Nilai nilai Utama Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara (Akhlak Culture Journey).

Daftar Isi :

Pengantar

Tahap Intervensi (Intervention) merupakan tahap mengupayakan perubahan secara terencana agar SDM BUMN berperilaku selaras dengan Nilai-Nilai Utama SDM BUMN; AKHLAK dalam proses intervensi, terdapat 3 (tiga) aspek penting/kegiatan utama yang perlu diperhatikan oleh BUMN, yaitu: Komitmen Pipmpinan (Leadership), Sistem (System), dan Simbol (Symbol).

Ketiga aspek penting tersebut diatas merupakan beberapa elemen (komponen) penting pembentuk budaya perusahaan yang harus diselaraskan dan menganut nilai nilai yang diterapkan dalam budaya perusahaan.

Budaya Perusahaan

Budaya organisasi adalah nilai, keyakinan, dan sikap bersama yang memandu perilaku anggota organisasi. Ini adalah identitas kolektif dari suatu organisasi. Itu tercermin dalam bagaimana karyawan berinteraksi satu sama lain, bagaimana mereka mendekati pekerjaan mereka, dan bagaimana mereka memperlakukan pelanggan. Budaya organisasi yang solid menciptakan rasa kesatuan dan tujuan dalam organisasi dan dapat mendorong kinerja tim dan mendorong inovasi.

Budaya perusahaan adalah nilai-nilai organisasi, etika, perilaku dan lingkungan kerja. Budaya perusahaan akan membuat setiap perusahaan unik, dan memengaruhi segalanya mulai dari citra publik hingga keterlibatan dan retensi karyawan. Jika karyawan berbagi etika, perilaku, dan elemen budaya perusahaan lainnya, hal itu dapat berdampak positif pada keuntungan perusahaan. Perusahaan dengan budaya perusahaan yang baik secara umum akan memiliki semangat kerja yang tinggi, dan karyawan yang sangat aktif dan produktif.

Perusahaan mungkin saja mendefinisikan budaya mereka dalam pernyataan budaya perusahaan mereka, yang menjadi hampir sama pentingnya dengan pernyataan visi dan misi. Namun dalam implementasinya lebih kompleks dan mebutuhkan keterlibatan semua pihak didalam perusahaan (stake holder).

Komponen Budaya Perusahaan

Untuk memahami budaya perusahaan lebih jauh, maka kemudian harus membiasakan diri dengan komponen-komponennya dan menyeleraskannya. Berikut ini adalah beberapa komponen penting budaya perusahaan; antara lain:

1) Nilai-nilai
Nilai bersama adalah keyakinan inti yang memandu organisasi dalam operasi dan pengambilan keputusannya. Mereka adalah keyakinan mendasar yang membentuk organisasi dan anggotanya.
2) Keyakinan
Keyakinan adalah nilai dan prinsip yang dianut oleh organisasi dan anggotanya. Mereka menentukan bagaimana organisasi berperilaku dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingannya.
3) Sistem
Praktik terbaik (best practice) mencakup aturan dan standar yang diikuti organisasi dan anggotanya. Mereka mendikte bagaimana pengambilan keputusan dan operasi dilakukan dalam organisasi.
4) Perilaku
Perilaku adalah tindakan dan sikap yang ditunjukkan oleh anggota organisasi. Apa yang dilakukan dan dikatakan orang itulah yang mewakili budaya organisasi.
5) Simbol
Simbol termasuk representasi fisik atau nyata dari budaya organisasi. Mereka dapat menyertakan logo, warna, dan artefak yang menggambarkan nilai dan keyakinan organisasi.
6) Bahasa
Bahasa adalah bahasa komunikasi yang digunakan di semua tingkatan organisasi, termasuk jenis bahasa yang digunakan dalam rapat, email, dan metode komunikasi lainnya.

Pendekatan

Tahapan intervensi yang dimaksud dalam Implementasi Nilai Nilai Utama BUMN dapat dijabarkan sebagai upaya pendekatan untuk melakukan perubahan terencana (transformasi) melalui 3 elemen (komponen) budaya perusahaan tersebut diatas.

Ada beberapa pendekatan untuk mengubah norma budaya dalam suatu organisasi, namun demikian transformasi sebenarnya berasal dari orang-orangnya (stake holder) yang melakukan sesuatu yang unik, mengadopsi perilaku baru, mengubah cara mereka memecahkan masalah, dan cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain.

Berdasarkan berbagai referensi yang ditenukan, pembentukan atribut yang diperlukan untuk perubahan budaya menyiratkan peninjauan elemen Struktur dan Sistem, Perilaku dan Simbol, sebagai elemen (komponen) yang membentuk dan mengkonsolidasikan budaya. 

Untuk mengubah sesuatu, kita harus memahami cara itu dibuat, dibentuk, dan dipengaruhi. Berikut adalah tiga penggerak budaya yang dipercaya kuat pengaruhnya : perilaku, sistem, dan simbol.

1) Perilaku
Sebagian besar perusahaan memiliki nilai, visi dan misi yang diposting di situs web mereka. Kemudian disajikan kepada organisasi dengan cara yang indah; namun demikian akan menjadi tidak berarti jika para pemimpin dan pemberi pengaruh utama (Leaders) tidak menjadi tauladan dari nilai-nilai tersebut. Orang-orang dalam organisasi akan meniru perilaku pemimpin mereka untuk menjadi seperti mereka dan menciptakan rasa memiliki, dengan keyakinan bahwa perilaku tersebut akan membantu mereka menyesuaikan diri dan menjadi sukses dan membantu banyak dalam karir mereka. 

Seluruh karyawan akan mempelajari ini dengan melihat sekeliling, terutama ke arah para pemimpin. Perilaku apa yang membantu mengangkat mereka suskses menjadi pimpinan.  Perilaku adalah salah satu alat paling kuat yang dimiliki pemimpin untuk merancang dan mengubah budaya. Jika para pemimpin dan pemberi pengaruh utama dapat mengubah perilaku mereka sendiri dengan hidup lebih selaras dengan nilai-nilai yang dinyatakan, karyawan dan orang disekitarnya akan lebih cepat memahami, menerima, dan mengadopsinya.

Jika sebagai seorang pemimpin menyaksikan bahwa karyawan tidak menampilkan perilaku yang ingin diinginkannya dalam organisasi, maka pertama-tama yang perlu dievaluasi adalah dirinya sendiri dan bertanya. Menariknya, adalah ternyata bahwa semua pihak adalah pemimpin atau teladan bagi orang lain dalam organisasi. Jadi, pada akhirnya, ternyata pimpinan (Leader) dan Karyawan itu sendiri yang akan membentuk Perilaku. BUMN mungkin memandang bahwa Perilaku ini harus dimulai dari Komitmen Pipmpinan (Leadership). Didalam Pimpinan ini melekat atribu atribut : Leadership Capability, Visi & Misi, Komunikasi, Keteladanan, Risk Management, Decisiom Making, Punish & Reward Decision, Problem Solving, SWOT Analysis, Strategic Generators, Komitmen, Gemba (melihat kebawah), berpandangan kedepan (Future Leaders); 

2) Sistem
Sistem terkait dengan semua metoda dan proses yang dimiliki perusahaan. Beberapa mungkin didasarkan pada keputusan historis (sudah terbentuk sejak awal pemebentukan perusahaan) dan yang lain mungkin lebih baru atau dibuat karena adanya kebutuhan. Bagaimana kesuksesan dalam organisasi diukur, dan bagaimana hal itu dilaporkan, proses SDM apa yang ada, bagaimana kompensasi ditentukan, dan berdasarkan skema apa bonus diberikan; dll. Kemudian bagaimana anggaran dialokasikan, semua adalah contoh sistem yang sedang dimainkan. 

Sistem secara umum tertanam kuat dalam organisasi dan biasanya sulit untuk diubah. Pertanyaan untuk mengubah budaya menuju perilaku yang dibutuhkan tidak boleh menggunakan sistem yang dimiliki saat ini, melainkan tentang sistem yang diperlukan dua hingga tiga tahun dari sekarang. Pimpinan harus berdiri di masa depan; kemudian melihat kebelakang (yang sebenarnya saat ini) dan berupaya mewujudkan sistem untuk menentukan rencana menuju ke masa depan tersebut.

Struktur dan Sistem termasuk elemen budaya penting berikutnya, karena didalam Sistem menempel atribut atribut : Organisasi, Prosedur, Aturan Main, Kewenangan, Regulasi, dll. Organisasi, Sistem dan Prosedur, serta Regulasi harus dievaluasi dan direvisi total agar benar benar konsisten dan sinkron dengan nilai nilai yang terkandung dalam Nilai Budaya. Pimpinan Organisasi harus dapat memastikan bahwa seluruh Struktur dan Sistem telah sesuai dan sinkron dengan Nilai Budaya yang dianut dan sedang menuju kearah sana.

3) Simbol
Ini adalah yang paling terlihat dan dikenali. Saat masuk ke gedung perkantoran, maka harus bisa merasakan budaya pertama dengan mengamati orang-orang di tempat kerja, bagaimana segala sesuatunya diatur, siapa di mana, apa yang terlihat di dinding, alokasi tempat parkir, ruang kantor, dan bagaimana orang berbicara dengan satu sama lainnya.

Simbol bermakna lainnya termasuk cara anggaran dialokasikan, bagaimana waktu diinvestasikan, siapa yang dipromosikan dan siapa yang tidak, dan bagaimana pencapaian dirayakan. Apakah mereka secara individual atau tim. Nilai apa dan hasil apa yang diperhitungkan. Apakah semua ini terdengar familier dan sinkron dengan Nilai Budaya yang dianut; dst.

Salah satu simbol yang lebih relevan adalah cerita atau cerita yang dibagikan. Seperti komunitas lainnya yag sering berbagi cerita tentang bagaimana sesuatu diciptakan dan siapa yang berhasil. Berbagi cerita yang lucu dan cerita tentang kegagalan; serta cerita perjuangan; dll. Berbagi pembelajaran, dan sering kali berbicara tentang kasus dan juga tentang orang. Maka dengan cara tersebut perusahaan menciptakan simbol, ide, mitos, dan masa depan berdasarkan sejarah. 

Salah satu aset paling kuat untuk perubahan budaya mungkin adalah cerita mana yang dibagikan dalam organisasi. Ketika dikaitkan dengan perubahan perilaku dan sistem baru, semuanya menjadi satu, masuk akal bagi orang-orang dengan cara yang lebih cepat dan lebih efektif.

 

Semua elemen (3 elemen) tersebut diatas harus diitegrasikan dalam kondisi saling ketergantungan, saling mengawasi, saling mendukung, sinergi dan harmoni dibawah dirigen sang pimpinan (Leaders), interaksi diantaranya harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh komponen (Stake Holder). 


Referensi :

  1. Sunergita; Understanding & Developing Organizational Culture to Impact Team Performance
  2. Ebrary; Systems, Behaviors and Symbols: Sending the Message and Developing Leaders
  3. Human Synergistics; Transform Your Culture With Three Powerful Drivers
  4. Investopedia; Corporate Culture Definition: Characteristics and Importance Explained
  5. Indeed; Corporate Culture: Definition and Examples

 


Baca Juga :

  1. Mengenal Tali Kawat (Wire Rope), Komponen, Konstruksi dan Penggunaan
  2. Kode Grinding Wheel atau Batu Gerinda, dan Cara Memahaminya

 


 

Baca Juga

Krakataujasaindustri‚ÄĘ‚ÄĘ‚ÄĘ Fogging atau pest control adalah metode...

Kualitas hasil kerja dan pelayanan Cleaning Service merupakan hal...

Krakataujasaindustri‚ÄĘ‚ÄĘ‚ÄĘ Hai Sobat KJI, Seorang sopir perusahaan...

Rabu, 11 Agustus 2023, Direksi PT Krakatau jasa industri melakukan...