Artikel

Mengenal Pabrik Baja Lembaran Panas - Hot Strip Mill

hot strip mill

Pabrik Baja Lembaran Panas adalah instalasi atau pabrik yang mengolah atau melakukan pembetukkan baja yaitu Slab Baja menjadi Baja Lembaran dengan teknik pengerolan (canai) pada material baja dalam kondisi panas.

Daftar Isi :

Pengantar

PT. Krakatau Steel, Cilegon memilki 2 (dua) Pabrik Baja Lembaran Panas; yatiu Pabrik Hot Strip Mill HSM #1 dam HSM #2, Pabrik HSM #1 diresmikan tahun 1983 oleh Presiden Soeharto dan Pabrik HSM #2 diresmikan tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo; Pebrik Hot Strip Mill #HSM1 memilki kapasitas 2,4 Juta Ton per tahun.

Pabrik Baja Lembaran Panas

Pabrik Baja Lembaran Panass umumnya terdiri berbagai peralatan atau unit atau instalasi yang terpasang secara serial untuk memproses atau melakukan proses pembentukan baja lembaran sesuai dengan spesifikasi dan ukuran yang diinginkan. Dari satu unit instlalasi ke unit lainnya secara umum disambungkan untuk kontinuitas proses dengan roll table (meja roll).

Sedangkan produk baja lembaran panas ini berupa coil dan pelat yang dihasilkan dari proses pengerolan panas tersebut. Pabrikan dan para pengguna jenis baja ini umumnya menyebut produk ini dengan sebutan “baja hitam” sebagai pembeda terhadap produk baja lembaran dingin yang dikenal sebagai “baja putih”

 

proses hsm

Slab Yard

Slab Yard merupakan sebuah tempat untuk menyimpan atau menempatkab bahan baku berupa Slab Baja; dimana penempatan diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan jadwal proses rolling; dimana jadwal tersebut dipengaruhi oleh berbagai parameter; misalnya prioritas berdasarkan pesanan customer, ketersedian spesifikasi dan ukuran, dll. Bahan baku Slab Baja adalah baja dengan tebal > 200mm hasil produk dari proses Peleburan dan Continuous Casting yang dilakukan di Pabrik Slab Baja. Slab Yard berupa pelataran yang dipasang roof kemudian dilengkapi dengan truk dan crane untuk mobilitas material Slab Baja.

Slab Baja yang ditempatkan di Slab Yard harus sudah lolos pemeriksaan Quality Control; sehingga ada jaminan bahan baklu tersebu layak untukl diproses. Slab tertentu (biasanya untk produk plat kapal) akan ditest NDT (Non Destrictive Test) dengan Ultrasonik untuk mengetahui keberadaan discontinue (keropos, retak, dll) pada bagian dalam material.



Reheating Furnace

Reheating Furnace merupakan instalasi yang digunakan untuk memanaskan Slab Baja sampai mencapai temperatur rekristalisasi baja yaitu 1250-1300oC dan ditahan selama lebih kurang 1-2 jam. Reaheating Furnace merupakan furnace dengan media udara berupa ruangan yang memiliki pintu masuk material diujung yang satu dan pintu keluar diujung yang lainnya.

Ada 2 tyoe terkenal dari Reheating Furnace untuk Hot Strip Mill; yaitu Pusher Type dan Walking Beam; dimana pada jenis pusher material didorong diatas lantai furnace berbahan refractory; sedangkan pada jenis walking beam, material bergerak diangkat dan disimpan dengan walking beam. Ruangan reheating furnace terbuat dari material refractory yang memilki kemampuan menahan temperatur tinggi dan mengurangi kehilangan panas akibat konduksi kearaha luar.

Sizing Press

Sizing Press adalah instalasi atau peralatan berikutya secara serial setelah Reheating Furnace fungsinya adalah untuk mengatur lebar material sesuai dengan produk nanti yang diinginkan. Cara kerja sizing Press dapat dikategorikan sebagai proses forging (penempaan) walaupun istilah yang digunakan adalah penekanan (press) pada bagian pinggir lebar material Slab Baja yang baru dipanaskan. Prinsipnya adalah mengecilkan (reduksi) lebar material Slab Baja disesuaikan dengan lebar produk ingin dihasilkan; dengan cara forging pada kedua bagian pingggir slab. Parameter yang dikontrol pada Sizing Press adalah ukuran lebar dan temperatur.

Roughing Mill

Roughing Mill atau Pengerolan Kasar adalah instalasi yang terpasang secara serial setelah Sizing Press; yang berfungsi untuk melakukan pengerolan awal secara kasar. Dalam proses pengerolan dikenal istilah % reduksi; yaitu besaran dalam prosen yang menunjukkan penurunan ketebalan pelat atau material baja yang di roll.

Instalasi berupa sepasang roll pereduksi berukuran besar yang didukung oleh sepasang backup roll. Material baja atau slab baja di roll berulang kali dalam jumlah pass (passing; lewat) yang ganjil (ganjil artinya material bergerak menuju kearah akhir proses); misalnya : 3 pass, 5 pass, 7 pass, dan atau 9 pass.

Pada instalasi roughing mill (sebelum masuk; entry) dipasang juga Water Descaller yang berfungsi untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi (sampai 4 bar) terhadap material; sehingga "scale" yang terbentuk bisa terkelupas. Scale adalah lapisan oksida besi yang terbentuk pada permukaan slab atau plat baja akibat reaksi dengan oksigen karena temperatur tinggi.

Finishing Mill

Finishing Mill merupakan proses utama pada Pabrik Baja Lembaran Panas yang fungsinya adalah mereduksi ketebalan baja lembaran secara bertahap menjadi ketebalan tertentu sesuai dengan keinginan atau yang telah ditetapkan. Finishing Mill terdiri dari 6 pasang Roll Stand yang masing masing terdiri 4 roll; 2 workroll dan 2 backroll; workroll bekerja melakukan reduksi pada baja lembaran dan backup roll bekerja mendukung workroll untuk memberikan tenaga (force).

Sebelum baja lembaran masuk ke finishing mill masuk dahulu pada Crop Shear; dimana pada bagian ujung depan (head) dan ujung belakang (tail) dipotong beberapa centimeter untuk menghilangkan ketidak samaan lebar baja lembaran. Pada bagian ujung dari Finishing Mill dilengkapi alat ukur ketebalan dengan menggunkan radiasi (x-ray); informasi ketebalan baja lembaran ini diteruskan pada seperangkat komputer untuk mengendalikan gap roll finihing; proses ini disebut Automatic Gage Control (AGC); sehingga ketebalan baja lembaran dapat dikendalikan secara otomatis.

Parameter yang dikontrol di Finishing Mill, adalah reduksi, temperatur, kecepatan pengerolan (rolling speed), force, ketebalan, kualitas permukaan baja lembaran; dan hal ini harus diawasi oleh Observer Quality Control untuk mendapat kualitas baja lembaran panas yang diinginkan.

finishing mill hsm

Laminair Cooling

Pengendalian temperatur pada runout roll table merupakan salah satu proses paling penting untuk memastikan sifat mekanik dari produk baja lembaran panas. Laminair Cooling adalah instalasi proses pendinginan baja lembaran panas untuk mengendalikan temperatur yang dimaksud. 

Laminair Cooling memilki kemampuan untuk mengendalikan temperatur baja lembaran panas sesuai dengan proses thermomechanical treatment (perlakuan termo mekanik) yang diinginkan; tekniknya adalah menurunkan temperatur dengan kecepatan tertentu, atau menahan temperatur dimana hal ini dilakukan dengan menyemprotkan air pendingin dengan volume dan kecepatan yang dapat diatur. Sesuai dengan sifat mekanik yang diinginkan pada baja aplikasi perlakuan termo mekanik dapat mengarahkan pada karakteristik yang diinginkan melaluji pengendalian laju pendinginan melalui Laminair Cooling.

Down Coiler

Down Coiler adalah instalasi yang digunakan untuk menggulung baja lembaran yang telah jadi (selesai finishing mill) dan melalui proses pendinginan; namun demikian temperatur baja lembaran pada saat dilakukan proses penggulungan masih berkisar antara 600 s/d 700oC. Temperatur penggulungan seperti halnya temperatur pada proses pengerolan finishing merupakan parameter yang dapat menentukan kualitas baja lembaran; misalnya sifat mekanik seperti Tensile Strength. Variasi antara kecepatan pengerolan, finishing temperatur, laminar cooling, dan coiling temperatur diawasi (observasi) dan dikendalikan oleh Observer Quality Control disesuaikan dengan jenis material dan ketebalan. Kondisi ini disebut proses thermomechanical treatment (perlakukan termomekanik); yang dapat menghasilkan kualitas baja lembaran tertentu sesuai desain parameter.

Pergerakan proses menggulung di Down Coiler dilakukan oleh motor listrik yang memutar mandrel setelah menangkap ujung baja lembaran; baja lembaran dipandu dengan guide yang pergerakannya menggunakan sistem hidrolik. Demikian halnya mandrel setelah selesai menggukung akan melakukan tilting dan memindahkan baja ke pelataran roll table yang pergerakannya menggunakan sistem hidrolik.

Dengan menggunakan aturan sistem sample; personil Quality Contro akan memotong sample coil baja lembaran sepanjang lebih kurang 2 meter untuk dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap kualitas baja lembaran. Bahklan sejumlah sample dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan metalografi dan sifat mekanik. Baja lembaran yang sudah digulung dan diambil sample selanjutnya diikat dengan striping band, ditimbang dan diberi nomor coil; nomor coil merupakan identitas penting bagi Coil Baja Lembaran (HRC) yang natinya akan digunakan untuk penelusuran spesifikasi, dimensi, berat, bahkan nama Customer, dll.

Shearing Line

Instalasi Shearing Line sebenarnya terpisah dari instalasi Hot Strip Mill yang meproses pembentukan Baja Lembaran Panas; Shearing Line merupakan instalasi atau fasilitas untuk pemotongan Coil Baja Lembaran Panas menjadi Plat atau Sheet dengan ukuran tertentu. Prosesnya adalah membuka Coil (uncoiler), meluruskan dan meratakan, dilanjutkan dengan pemotongan. Pemotongan kearah melintang disebut cutting atau shear, sedangkan pemotongan kearah memanjang disebut slitting (potong pinggir). Shearing Line bekerja dengan cara rolling shear; menggunakan pisau potong berupa cincin yang berputar; yang lebar atau panjang pemotongan dapat diatur. Produk dari Shearing Line adalah Plat atau Sheet Baja Lembaran Panas yang ketebalannya rlatif tipis.

Produk Hot Rolled Coil/ Plate

Pabrik Baja Lembaran Panas PT. Krakatau Steel memproduksi baja plain carbon dan baja micro-alloyed yang dapat dipakai untuk berbagai penggunaan, mulai dari kualitas umum atau komersial hingga kualitas khusus, seperti struktur rangka baja, komponen dan rangka kendaraan bermotor, tiang pancang, komponen alat berat, fabrikasi umum, pipa dan tabung umum, pipa dan tabung untuk jalur pipa dan casing, tabung gas, baja tahan korosi cuaca, bejana bertekanan, boilers, dan konstruksi kapal.

Ketebalan pelat baja lembaran panas berkisar antara 0,18 mm - 25 mm, sedangkan lebarnya antara 600 mm – 2.060 mm. Kondisinya dapat berupa gulungan atau sebagai produk yang melalui proses pickling dan oiling (hot rolled coilpickled oiled atau HRC-PO).

Pabrik Baja Lembaran Panas PT. Krakatau Steel mampu menghasilkan baja lembaran panas berkualitas tinggi untuk penggunaan khusus karena telah menjalankan proses kontrol thermomekanik (saat rolling) dan proses desulfurisasi (saat peleburan) menggunakan ladle furnace. Adapun penggunaan baja lembaran panas meliputi aplikasiaplikasi seperti yang tercantum di bawah ini:

  • Konstruksi Umum dan Las;
  • Pipa dan Tabung;
  • Komponen dan Rangka Otomotif;
  • Jalur Pipa untuk Minyak dan Gas;
  • Casing & Tubing Pipa Sumur Minyak;
  • Tabung Gas;
  • Baja Tahan Korosi Cuaca;
  • Rerolling; • Konstruksi Kapal; dan
  • Boiled & Pressurized Container.

Pabrik Baja Lembaran Panas - HSM #2 Krakatau Steel

Sementara itu, Pabrik Baja Lembaran Panas HSM 2 Krakatau Steel memilki teknologi terbaru antara lain pada Stand Finishing Mill dilengkapi dengan Sistem CVC plus® (Continuously Variable Crown); dengan sistem pembengkokan /bending work rol yang terintegrasi dan sistem penyesuaian roll gap hidraulik (HGC; Hydraulic Gage Control), memungkinkan strip diproduksi dengan toleransi ketebalan, profil, kontur, dan kerataan yang sangat dekat. Teknologi ini juga dipersiapkan untuk solusi terjadinya "crown" pada strip, yaitu bentuk penampang strip seperti "mahkota" dimana pada bagian tengah lebih tebal daripada bagian pinggir.

cvc plus

Selanjutnya dilengkapi juga dengan teknologi Ecoplants pada Finishing Stand; merupakan spindel berperforma tinggi SIEFLEX® HT, yang desainnya memungkinkan transmisi torsi rolling yang lebih tinggi dengan diameter work roll yang lebih kecil. Inovasi lebih lanjut adalah sistem pendinginan work-roll dua tahap yang sangat efisien, beroperasi dengan berbagai tahap tekanan.

Selanjutnya adalah teknologi Paket Kelistrikan dan Otomatisasi X-Pact®, grup SMS memasok seluruh otomatisasi pabrik, teknologi penggerak, dan distribusi daya listrik. Pada Level 0, peralatan ini terdiri dari teknologi sensor, perangkat pengukur teknologi, drive utama dan bantu, serta unit switchgear dan peralatan kompensasi. Sistem otomatisasi Level 1 dirancang sepenuhnya berdasarkan teknologi tertanam X-Pact® paling mutakhir, yang melibatkan desain perangkat keras yang sangat efisien dan pada saat yang sama.

Instalasi pada HSM 2 :

  • Walking Beam Reheating Furnace
  • Roughing 4-High Reverse dengan Edger
  • Termopanel (Pelindung Panas)
  • Finishing Mill 6 Stand dengan Hidraulic Gage Control (HGC), CVC® plus.
  • Laminair Cooling
  • Hydraulic Downcoiler
  • Coil Transfer Conveyor
  • Paket Kelistrikan dan Otomatisasi X-Pact.

hsm2 krakatau steel


Baca Juga :

  1. Sistem Hidrolik dan Komponennya
  2. Pasir Silika untuk Industri

Baca Juga

Spesifikasi Pipa Baja Saluran Air Dengan atau Tanpa Lapisan Seng...

Kopling adalah suatu peralatan dengan mekanisme kerjanya yang...

Krakataujasaindustri••• Hai Sobat KJI, Mungkin masih banyak...

Pasir silika atau disebut juga pasir kuarsa adalah salah satu...