Artikel

Peran Cleaning Service dalam Pemeliharaan atau Perawatan Bangunan

Cleaning Service PT. Krakatau Jasa Industri dalam melaksanakan tugasnya bergantung pada kontrak dan ruang lingkup yang telah disepakati antara penyedia dengan pengguna jasa.

Daftar Isi :

1. Pengantar
2. Pengertian Tata Graha
2.1. Pemeliharaan Kebersihan (Cleaning Service)
2.2. Pemeliharaan dan Perawatan Hygiene Service
2.3. Pemeliharaan Pest Control
2.4. Program General Cleaning

3. Peran Cleaning Service
3.1. Melaksanakan Tata Graha
3.2. Mengurangi Penyebab Kerusakan
3.3. Kontribusi Kepuasan Pelanggan
3.4. Mendorong Manajemen Fokus pada Startegi Perusahaan

Pengantar

Namun demikian Cleaning Service PT. Krakatau Jasa Industri dalam melaksanakan pekerjaan pembersiahan (cleaning) pada suatu bangunan gedung selain untuk kebersihan, keindahan atau estika, juga berorientasi pada tata graha (housekeeping) untuk pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung; yaitu ikut peran serta dalam menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi dengan batasan aktifitas ruang lingkup tata graha (housekeeping).

Selain itu Cleaningrvice juga membersihkan bagian luar atau lingkungan sekitar bangunan dan gedung sehingga penyebab atau sumber kotor dari lingkungan luar dan minimalisir atau bahkan dieliminasi.

Pengertian Tata Graha

Aktifitas tata graha meliputi seluruh kegiatan housekeeping yang terkait dengan sistem pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung, di antaranya mengenai : Cleaning Service, Hygiene, Pest Control, General Cleaning mulai dari persiapan pekerjaan, proses operasional sampai kepada hasil kerja akhir.

Tata Graha merupakan salah bagian aktifitas dalam ruang lingkup pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung untuk menjaga dan memeliharan kelayakan atau fungsi dari sebuah bangunan gedung; yaitu meliputi :

1) Pemeliharaan Kebersihan (Cleaning Service).
Program kerja pemeliharaan kerja gedung meliputi program kerja harian, mingguan, bulanan dan tahunan yang bertujuan untuk memelihara kebersihan gedung yang meliputi kebersihan ‘Public Area’, ‘Office Area’dan ‘Toilet Area’ serta kelengkapannya. 

2) Pemeliharaan dan Perawatan Hygiene Service.
Program kerja ‘Hygiene Service meliputi program pemeliharaan dan perawatan untuk pengharum ruangan dan anti septik yang memberikan kesan bersih, harum, sehat meliputi ruang kantor, lobby, lif, ruang rapat maupun toilet yang disesuaikan dengan fungsi dan keadaan ruangan. 

3) Pemeliharaan Pest Control.
Program kerja pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan Pest Control bisa dilakukan setiap tiga bulan atau enam bulan dengan pola kerja bersifat umum, berdasarkan volume gedung secara keseluruhan dengan tujuan untuk menghilangkan hama tikus, serangga dan dengan cara penggunaan pestisida, penyemprotan, pengasapan (fogging) atau fumigasi, baik ‘indoor’ maupun ‘outdoor’ untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna gedung . 

4) Program General Cleaning.
Program pemeliharaan kebersihan yang dilakukan secara umum untuk sebuah gedung dilakukan untuk tetap menjaga keindahan, kenyamanan maupun performance gedung yang dikerjakan pada hari hari tertentu atau pada hari libur yang bertujuan untuk mengangkat atau mengupas kotoran pada suatu objek tertentu, misalnya lantai, kaca bagian dalam, dinding, toilet dan perlengkapan kantor.

Peran Cleaning Service

Dari pengertian Tata Graha tersebut maka hanya pada pekerjaan Pemeliharaan Pest Control yang tidak dilaksanakan oleh Cleaning Service. Karena pekerjaan Pest Control membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang berbeda dengan tugas dan fungsi Cleaning Service.

1) Melaksanakan Tata Graha

Cleaning Service menjalankan tugas pekerjaan Pembersihan, Sanitasi, serta Program General Cleaning pada periode tertentu; sehingga peran Cleaning Service dalam Tata Graha yang merupakan bagian dari Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan dan Gedung cukup dominan.

2) Mengurangi Penyebab Kerusakan

Seringkali bahwa penyebab kerusakan pada bangunan dan gedung perkantoran atau perusahaan disebabkan oleh lalainya dalam melaksanakan kebersihan; terakumulasinya kotoran dapat menyebabkan penyumbatan saluran air; kebocoran pada atap; melekat pada elemen strukrur gedung dan menyebabkan pelapukan, dll.

3) Kontribusi pada Kepuasan Pelanggan

Bangunan yang dibersihkan secara teratur oleh layanan pembersihan profesional akan jauh lebih menarik daripada yang tidak. Karena itu, pelanggan perusahaan akan senang dengan bangunan komersial yang dikunjunginya dan akan merasa bahwa itu adalah tempat yang bersih dan nyaman untuk mereka datangi. Kemudian pada gilirannya dapat memengaruhi mereka untuk kembali lagi dan juga dapat mendatangkan lebih banyak pelanggan, yang berati pendapatan.

4) Mendorong Manajemen Fokus pada Startegi Perusahaan

Dengan adanya layanan pembersihan tersebut untuk membersihkan gedung dan area sekitarnya, maka perusahaan lebih konsentrasi untuk mencurahkan perhatian kepada karyawan, pelanggan, dan aspek penting lainnya dari bisnis dijalankan. Selain itu perusahaan akan lebih memperhatikan langkah yang lebih strategis dalam pemeliharaan dan perawatan gedung.

 


Referensi :

Permen PU No 24/PRT/M/2008; Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung

Baca Juga :

Membersihkan Dinding dalam Gedung; Cleaning Service
Mengenal tentang Krakatau Steel Group

Baca Juga

Pengunaan handphone (HP) saat sedang mengemudi telah menjadi...

Toilet dan fasilitasnya merupakan sarana sanitasi yang harus...

Krakataujasaindustri•••Hai Sobat KJI,

Krakataujasaindustri•••Sobat KJI, Mari kita update kegiatan KJI...